[Travelling] Jogja 3 hari 2 Malam 7 Destinasi


Travelling ke Jogja sepertinya masih menjadi opsi bagi kalangan mahasiswa seperti saya untuk menghabiskan liburan semester atau hanya sekedar untuk curi-curi waktu disela-sela waktu perkuliahan yang bikin lelah pikiran. Travelling ke Jogja ini aku lakukan selama 3 hari 2 malam bersama salah satu temannku, untuk perencanaan kegiataan ini aku udah membuat list to do selama beberapa hari dari 2 bulan sebelum hari keberangkatan.

Akomodasi:

Hotel: Rp 265.533/ 2 malam
Tiket kereta: PP Rp158.000

  • Mojokerto-Lempuyangan Rp88.000 (Kereta Pasundan)
  • Lempuyangan-Mojokerto Rp 70.000 (Kereta Logawa)


Penginapan yang aku pilih ini deket dengan stasiun tugu dan malioboro, namanya red palm losmen. Tipe kamar yang aku pilih untuk dua orang atau double bed. Biaya hotel ditanggung berdua biar lebih murah, jadi aku mengeluarkan uang sebesar kurang lebih Rp 132.000. Kereta berangkat aku pilih pasundan karena jam keberangkatannya lebih pagi daripada logawa. Jadi aku bisa nyampe jogja lebih siang. Kenapa aku pilih kereta yang berhenti di Lempuyangan? karena tiket tujuan lempuyangan lebih murah daripada yang tujuan stasiun tugu walaupun hotelku deket banget dengan stasiun tugu. Jarak penginapanku dengan stasiun tugu mungkin sekitar 80-100 meter soalnya keluar gang penginapan itu sebrangnya udah stasiun tugu. Untuk tiket pulangnya aku pilih logawa dari lempuyangan juga, dengan jam keberangkatan pagi.

Pemesanan hotel/tempat penginapan aku lakukan secara online melalui aplikasi traveloka. Klik link ini untuk melihat tempat penginapan yang aku pesan. Penginapannya termasuk nyaman untuk ukura homestay, fasilitas yang didapat kipas angin dan free teh dan kopi. Kebersihan tempat penginapan juga terawat dengan rapi.

Travelling ke Jogja ini aku lakukan mulai tanggal 23 Juli sampai 25 Juli
  • Tanggal 23 Juli
Hari pertama keberangkatan, aku berangkat dari Stasiun Mojokerto sekitar jam 9 Pagi dan sampai di Stasiun Lempuyangan kurang lebih jam 2 siang. Untuk menuju penginapan aku memilih untuk pesan ojek online dengan tari kurang lebih 7ribu. Sesampainya di tempat menginap, aku mulai menata barang, istirahat, dan cuci muka. Setelah itu aku menyewa motor yang disediakan oleh tempat penginapanku untuk mempermudah keliling ke tempat tujuan di jogja. Harga Sewa motornya Rp50 ribu per hari untuk hari biasa sedangkan untuk hari libur 60ribu/hari. Karena saat itu hari biasa jadi aku dapat harga 50 ribu perhari sudah termasuk dua helm, untuk syarat penyewaan cukup titipkan dua bukti tanda pengenal.

Tujuan pertama yaitu korean cafe di Jogja yaitu Chingu Cafe yang terletak di jalan pandega kaya no.18.

Cafe ini menyediakan berbagai macam makanan korea dari makanan ringan hingga makanan berat. Untuk referensi harga makanan di chingu cafe ini kalian bisa di web pergikuliner.com, pricelist menunnya berdasarkan harga di cabang bandung ya. Dan, pas aku cek dengan harga di cabang jogja sama kok, ngk jauh beda. Menu yang aku pesan di Chingu Cafe beberapa diantaranya yaitu menu barbeque ayam, hotteok, nasi, dan white tea



Selain makanan chingu cafe juga menyediakan penyewaan hanbok dengan harga 30 ribu/ 15 menit

Instagram @sxlxntk

Setelah dari chingu cafe, jam sudah menunjukkan pukul 6 sore. Jadi aku dan temanku untuk memutuskan ke lippo. Kami ke lippo bukan buat nge-mall ya, di rooftop lippo mal Jogja ini ada tempat yang menarik untuk dikunjungi yaitu seven sky at rooftop
Instagram @skysevenjogja


Sayangnya aku ke tempat ini udah terlalu gelap, dan sayanya juga udah capek. Mau foto-foto buat feed instagram jadi nggak bisa 😁. Ujung-ujungnya ke rooftop lippo cuma buat beli thai tea di foodcourtnya, dan duduk santai. 


Sesampainya di penginapan, aku memutuskan untuk mandi dan persiapan buat jalan di malioboro. Saat aku ke jogja hari pertama itu hari selasa, jadi malioboronya sepi nggak ada pedangan kaki lima yang jualan di trotoar. Hari selasa ini jalan malioboro benar-benar disterilkan dari para pedangan dan dikhususkan untuk bagi pejalan kaki. Kebayang ngk tuh orang-orang tumpah di jalan malioboro buat jalan, duh sayang yang pusing liat orang banyak pada jalan bolak-balik semua. Setelah jalan dari ujung jalan malioboro ke ujung jalan lainnya, udah capek banget tuh kaki. Balik tempat nginep, aku tidur pake koyo dong. Karena perjalan hari berikutnya nggak kalah capek.
  • Tanggal 24 Juli
Hari kedua, aku dan temenku memutuskan untuk jalan pagi ke malioboro lagi buat beli sarapan di Indomaret. Dan nyempetin buat foto di tulisan nama jalan malioboro.

Setelah nyampe penginapan, persiapan untuk ke tempat selanjutnya yaitu taman bunga matahari yang terletak di Bantul. Aku berangkat dari penginapan jam 7 pagi dan sampai di lokasi taman bunga matahari kurang lebih jam 8 pagi. Perjalan ini memakan waktu hampir satu jam menggunakan motor.


Instagram :@sxlxntk
Tarif masuk ke taman bunga matahari 8ribu/orang. Tarif masuk lokasi wisata 10ribu/orang. Parkir kendaraan gratis. Kenapa ada dua tarif yang berbeda? karena taman bunga matahari ini berlokasi di satu kawasan wisata yang didalamnya terdapat beberapa lokasi wisata, bukan hanya ada satu taman hari saja tapi ada beberapa taman bunga matahari dan beberapa pantai yang lokasinya berdekatan. Taman bunga matahari yang aku kunjungi bernama romantic garden.

Aku mengunjungi taman ini pada pukul 8 pagi dan tamannya masih benar-benar sepi jadi lebih leluasa untuk foto atau merekam video. Aku menghabiskan waktu dua jam untuk foto dan keliling di taman ini, selanjutnya kami memutuskan ke taman sari. Dari taman bunga matahari di Bantul ke taman sari, kami masih memakan waktu satu jam. Jadi kami sampai di Taman sari jam 11 Siang, dan taman sarinya udah lumayan rame banget. Tidak hanya wisatawan domestik tapi juga wisatawan dari luar negeri. Tarif wisatawan domestik lebih murah daripada wisatawasan luar negeri, wisatawan lokal dikenai tarif 10ribu/orang. Untuk yang membawa kamera seperti mirrorless atau dslr seingatku juga dikenai biaya tambahan. Bagi kalian yang masih bingung dengan rute di taman sari, aku saranin buat nyewa jasa tour guidenya. Biar nggak kyk aku kesasar, gara-gara ada lokasi di taman sari yang ngk bisa buat puter balik lagi yang arah menuju pintu keluar.

Instagram: @sxlxntk
Untuk arah menunju pintu keluar taman sari ini  harus melalui kawasan pemukiman warga. Dan ada beberapa warga yang membuka warung untuk jualan, karena perjalanan menuju pintu keluar taman sari lumayan membingungkan dan melelahkan kalau nggak pake tour guide jadi kalian bisa beli minuman di warga yang berjualan.

Setelah berhasil keluar dari taman sari, dan menghabiskan waktu satu jam setengah di taman sari tujuan selanjutnya adalah tempo gelato. Ice cream gelatonya dihargai dengan harga 25 ribu untuk yang cone/cup dan mendapat dua rasa ice cream.

instagram: @sxlxntk

Instagram: @sxlxntk

Seporsi ice cream gelato untuk melegakan panas di tenggorokan akibat panasnya jogja dan setelah keliling di taman sari 


Makan ice cream udah, ngilangin panas udah, istirahat udah. Saya lanjut lagi dong perjalanannya menuju situs warung boto. Tarif masuknya kalo ngk salah inget 10 ribu/ orang. Dan karena aku ke situs warung boto ini jam 12 ke atas, lokasinya panas banget bener-bener ngk ada pohon yang bisa dijadiin tempat buat berteduh kecuali si bangunannya sendiri. Aku ke lokasi ini pas masih sepi tapi 15 menit setelahnya mulai ada beberapa orang yang berdatangan jadi buru-buru foto biar nggak rebutan sama yang lain. Situs warung boto ini jika dikunjungi saat musim hujan akan muncul kolam air didalamnya, karena aku kesini ketika musim kemarau kolamnya kering. Bisa dilihat di foto yang aku ambil ada dua warna yang berbeda di dinding bawah tangga akibat air yang pernah mengisi kolam tersebut.

Instagram: @sxlxntk
Di depan situs warung boto ini juga terdapat angkringan yang jual nasi kucing, sate telur, dan beberapa gorengan yang lebih murah daripada di malioboro. Jadi aku beli nasi kucing itu buat makan siang sekalian. 

Tujuan selanjutnya balik penginapan buat istirahat dari perjalan yang sunggu melelahkan ini. Lanjut malam harinya, jalan malioboro udah rame lagi dengan pedangan kaki lima tidak seperti saat hari selasa. Malem ini tujuannya cuma buat belanja-belanja saja


Salah satu lokasi belanja oleh-oleh makanan yang wajib dikunjungi dan masih deket dengan malioboro adalah pasar pathuk yang terletak di jalan Bhayangkara No.6, membutuhkan waktu 10 menit dengan berjalan kaki dari jalan malioboro untuk sampai di pasar pathuk ini.


  • Tanggal 25 Juli
Hari terakhir di malioboro nggak ada tujuan lagi selain ke stasiun. Pesen ojek online menuju stasiun lempuyangan dan nunggu kereta. Perjalan pulang ini aku menggunakan kereta logawa berangkat jam 9 pagi dan sampai di stasiun Mojokerto kurang lebih jam 2 siang.

Terimakasih udah mau baca catatan traveler abal-abal ini. Jarang-jarang aku nulis postingan jalan-jalan, lebih sering nulis postinga review produk atau tutorial sih.

Comments